Menara Siger ialah ikonnya Provinsi Lampung, diambil dari Siger, yaitu
topi adat pengantin wanita Lampung. Menara Siger ini juga dijadikan
sebagai titik nol kilometer Sumatra di bagian selatan. Bangunan ini
merupakan karya arsitek asli Lampung, Ir. Hi. Anshori Djausal M.T.
Pembangunan menara ini dimulai sejak tahun 2005 menghabiskan biaya Rp15
miliar.
Bangunan tersebut dilengkapi dengan sarana informasi mengenai peta
wisata seluruh kabupaten/kota se-Lampung. Menurut Gubernur Lampung,
Sjachroedin ZP, Menara Siger bukan monumen masa lalu, tetapi bangunan
masa depan yang akan jadi fenomena masyarakat Lampung. Menara Siger
adalah simbol Lampung. Ia bukan hanya menjadi ikon pariwisata, tetapi
dapat menjadi ikon dalam segala hal: keagamaan, seni dan budaya,
pendidikan.
Menara Siger kebanggaan masyarakat Lampung tersebut berada di atas bukit
dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Menara ini
terbangun di atas bukit sebelah barat Pelabuhan Bakauheni. Posisi
strategis Pelabuhan Bakauheni sebagai pintu gerbang Sumatera diibaratkan
sebagai mulut naga yang memuntahkan kurang lebih 80 ribu ton
hasil-hasil pertanian per hari. Dengan penggunaan teknik ferrocement,
Menara Siger dijamin mampu menahan terpaan angin kencang.
Menara Siger ialah bangunan berbentuk mahkota terdiri dari sembilan
rangkaian yang melambangkan sembilan macam bahasa di Lampung. Menara
Siger berwarna kuning dan merah, mewakili warna emas dari topi adat
pengantin wanita. Bangunan ini juga berhiaskan ukiran corak kain tapis
khas Lampung.
source: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1580626
Tidak ada komentar:
Posting Komentar